Cara Ampuh Untuk Mengurangi Dosa

Manusia memang sudah menjadi tempatnya dosa, tiada manusia yang tidak berdosa, hanya para Nabi saja yang ma'shum atau terjaga dari dosa.
Memang benar syair lagu yang dibawakan oleh grup qosidah nasidaria,
* begini dosa
* begitu dosa
* dimana-mana orang berdosa.
Begitulah manusia hidup.

Bukan berarti dengan begitu dosa yang kita miliki dianggap maklum juga sebagai manusia yah, tetap kelak kita dimintai pertanggung jawaban atas dosa kita selama di dunia, untuk itu kita harus selalu sedia penghapus dosa, paling tidak terkurangi lah...

Seperti apa sih penghapus dosa itu? Ko bisa mengurangi dosa? Haruskah kita beli? Berapa harganya nih, pasti mahal yah? Mungkin pertanyaan itu akan timbul. Bukan berupa barang atau benda yang bernilai yah kawan, tapi berupa sebuah amalan yang sangat sederhana, yaitu... Eng ing eng...
Yups tepat sekali, memuliakan tamu.

Hal yang sudah lumrah dilakukan jika ada tamu, namun siapa sangka dibalik memuliakan tamu ternyata bisa mengurangi dosa kita.

Keterangan yang diambil dari kitab qoomi'tughyaan.

Bahwasannya seorang tamu yang datang ke rumah kita itu masuk membawa rahmat Allah, dan keluarnya tamu itu membawa dosanya kita selaku ahlul bait. Dengan syarat kita menyambutnya dengan senang hati, sehingga tamu pun menjadi senang, dengan senang atau bahagianya tamu itu maka akan mengharamkan jasad dari tuan rumah masuk ke dalam neraka (salman al farisi), masyaAllah betapa bahagianya jika hal itu terjadi pada kita kawan.

Masih banyak loh keutamaan-keutamaannya,  diantaranya menjamu tamu dan makan bersama tamu itu dianjurkan untuk menyuapinya, jika hal demikian dilakukan maka akan mendapatkan pahala puasa satu tahun yang malamnya untuk sholat. Nah kan... Hanya dengan hal sepele tapi pahalanya sangat luar biasa.

Dalam menjamu tamu tidak ada perbedaan antar tamu miskin dan kaya, semuanya sama dan tidak boleh dilakukan dengan cara yang  menyusahkan, arti kata menyusahkan disini adalah hutang, namun harus sesuai kemampuan kita, karena jika hutang maka akan menimbulkan efek jera atau kapok, sehingga enggan untuk menerima tamu.

Begitu istimewanya memuliakan tamu, sampai-sampai Nabi ibrohim As ketika hendak makan beliau mencari tamu supaya makan bersamanya, itulah kenapa beliau dijuluki abi dhoyfan.

Beliau sangat berharap bisa menyuguh tamu dari umat Rasulullah Muhammad Saw yang paling istimewa diantara umat Nabi lainnya. Namun apa daya, karena setiap manusia memiliki batas hidup di dunia ini, begitu pun dengan Nabi Ibrahim As. Namun beliau tetap ingin menyuguhi umat Rasulullah Saw.

Kemudian beliau berdo'a kepada Allah
" ya Allah engkaulah dzat yang maha tau atas segala hal dan maha kuasa atas permintaanku".
Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat jibril untuk mengambilkan wewangian kapur dari syurga, lalu diberikan kepada Nabi Ibrohim As dan beliau naik keatas gunung abi kubas dan meniupkannya.

Butira wewangian kapur itu tersebar ke penjuru dunia, dan setiap daerah yang kejatuhan kapur tersebut akan menjadi garam, alhasil...
Kita semua adalah tamunya Nabi Ibrohim As dan telah disuguhi oleh beliau garam yang ada di dunia ini.
Subhanallah walhamdulillah wa laailahailla Allah, Allahu akbar.

Dengan bertamu maka tali silaturahim akan tetap terjalin, dan barang siapa yang sering bersilaturahim dan menjaganya maka akan Allah panjangkan umurnya.
Bagi tamu tidak perlu khawatir pulangnya membawa dosa dari sohibul bait yah, bukan berarti dosanya pindah ke tamu loh, nanti malah nggak mau bertamu hheee tamu tersebut hanya  membawa atau menghapus dosa saja, ingat!  bukan pindah ! Hhihi
Semoga bermanfaat  :)
Tebarkan Kemanfaatan