Ngupil Saat Puasa itu Batal

Ternyata bukan gosip bahwa saat puasa kemudian ngupil, membersihkan telinga, dan kentut di dalam air bisa membatalkan puasa.
Dulu saat masih kecil yang hanya ikut-ikutan saja mengira bahwa hal tersebut hanya menakut-nakuti saja, karena saat itu banyak anak-anak yang mandi di sungai saat bulan puasa, dan orang tua selalu mengatakan demikian.

Jadi harus tetap berhati-hati, bagi yang biasa ngupil (memasukan jari ke lubang hidung mencari harta qorun) jika sedang berpuasa tolong dikendalikan, iya sih memang kalau sudah kebiasaan sulit tapi setidaknya langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa.


Kenapa bisa batal? Tenang, nggak mutlak batal ko, hanya bagi pengupil yang keterlaluan saja yang mencarinya sampai kelewat batas. Perlu diketahui bahwa batasan ngupil yang tidak membatalkan itu jika hanya berada di sekitar lubang hidung, dan jika melebihi sampai masuk ke batang hidung itu yang bisa membatalkan puasa. Jadi masih bisa ngupil yah gaes...

Begitu juga dengan telinga, jika sekedar membersihkan saja tidak membatalkan puasa namun jika lebih dari itu sampai masuk ke dalam bisa membatalkan puasa, dan untuk mandi di sungai juga diperbolehkan asal jangan sampai berjam-jam rendam di dalam air karena takutnya air masuk kedalam lubang pada tubuh kita.

Apalagi sampai kentut di dalam air, hal tersebut membatalkan puasa karena saat melepas angin kondisi dubur akan terbuka dan setelah angin keluar dubur akan menutup dengan sendirinya dan jika posisi tersebut di dalam air sudah pasti ada air yang ikut masuk bersamaan dengan menutupnya lubang angin tersebut, maka batal lah puasanya.

Namun semua yang sudah dijelaskan diatas bisa saja tidak membatalkan yaitu jika melakukannya tanpa sengaja, namun perlu untuk berhati-hati.
Untuk itu mari belajar, sesuatu yang dapat membatalkan puasa itu ada 10, antara lain:

1. Segala hal yang masuk ke dalam lubang tubuh dengan sengaja pada lubang yang menganga.
2. Atau masuk ke lubang yang tidak menganga seperti masuk ke otak sebab luka.
3. Huqnaf, yaitu memasukan obat melalui kemaluan atau anus.
4. Menyengaja muntah, jika tidak sengaja maka tidak batal.
5. Menyengaja bersetubuh, jika tidak disengaja maka tidak batal.
6. Keluar mani sebab bersentuhan kulit baik yang haram (mengeluarkan dengan tangannya) atau tidak haram (dikeluarkan oleh tangan istri), kecuali ihtilam yaitu mimpi keluar mani.
7. Haid.
8. Nifas.
9. Gila.
10. Murtad.

Demikian pembahasan tentang perkara yang membatalkan puasa.