Tata Cara Wudhu Lengkap Beserta Do'a


Wudhu merupakan salah satu dari syarat sah nya sholat, jika wudhu kita saja belum sah maka sudah pasti sholat kita juga tidak sah, namun sebaliknya jika wudhu kita benar (sah) maka shola kita juga ada kemungkinan sah, karena syarat sah sholat bukan hanya dari wudhunya saja. sedangkan kita tahu bahwa sholat adalah ibadah yang pertama akan dimintai pertanggung jawaban, bahkan ada yang mengatakan bahwa jika sholat seseorang sudah dapat diterima maka ibadah yang lainnya juga bisa diterima. untuk itu sangat penting bagi kita untuk bisa mengetahui bagaimana cara wudhu yang benar untuk bisa mencapai syarat sah nya sholat, cara wudhu yang baik dan benar beserta do'a dalam setiap melakukan fardhu wudhu akan kami jelaskan dibawah ini. mengapa kami sertakan do'a dalam setiap gerakan fardhunya wudhu? jawabannya akan ditemukan di artikel ini,...

Tata cara wudhu lengkap beserta do'a

Fardhu wudhu ada :


  1. Niat, setiap ibadah pasti harus disertai dengan niat, begitu pula dengan wudhu, letak niat itu didalam hati (wajib), sedangkan melafadzkan niat itu sunah, dan niat berwudhu itu bersamaan dengan rukun yang kedua yaitu
  2. Membasuh wajah, rukun wudhu yang kedua adalah membasuh wajah disertai dengan niat wuhu di dalam hati. batasan wajah yang harus dibasuh adalah dari mulai tumbuhnya rambut sampai dagu semua bagian wajah harus terbasuh air, jika tidak maka wudhu nya tidak sah
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku, jika tidak sampai siku maka wudhu tidak sah, ingat! sampai siku yah, dan harus terbasuh semua jangan sampai ada yang kelewat, biasanya yang wudhu dengan super cepat akan aa sedikit bagian yang tidak terbasuh
  4. Mengusap sebagian dari kepala (rambut),
  5. membasuh kedua kaki sampai mata kaki, sunahnya hanya sampai mata kaki namun untuk berhati-hati dilebihkan sedikit diatas mata kaki juga boleh karena kelak di yaumul hisab kita akan dibangkitkan kembali dari alam kubur dan semua dalam keadaan gelap, kecuali mereka yang sering berwudhu, dan setiap anggota wudhu akan memancarkan cahaya, maka semakin banyak anggota wudhu yang sering terbasuh wudhu semakin banyak pula cahaya yang di dapat, namun harus di ingat bahwa Allah tidak menyukai orang yang berlebihan. termasuk orang yang berlebihan (mubadzir) yaitu mereka yang berwudhu (gerakan wudhu) lebih dari tiga kali.
  6. Tertib, semua fardhu wudhu harus dilakukan dengan tertib tidak boleh mendahului fardhu yang seharusnya lebih dulu dilakukan, misalnya mendahulukan membasuh kedua kaki dari pada membasuh kedua tangan.

Sunah Wudhu Ada:


  1. Membaca basmalah dilakukan pada awal pertama kali akan melakukan wudhu dengan kalimat “bismillah” untuk ringkasnya atau “bismillahirrahmanirrahim” untuk sempurnanya. Bila di awal berwudhu belum membaca basmalah maka bisa disusulkan di pertengahan wudhu. Namun bila sampai selesai berwudhu belum juga membacanya maka tak perlu dilakukan.
  2. Membasuh kedua telapak tangan sampai dengan pergelangan tangan dilakukan sebelum berkumur. Bila air yang digunakan untuk berwudhu berada pada bejana dan vulomenya kurang dari dua qullah maka sebelum kedua telapak tangan dimasukkan ke bejana tersebut dibasuh tiga kali terlebih dahulu bila diragukan kesucian kedua telapak tangan tersebut. Adalah makruh memasukkan keduanya ke dalam bejana sebelum membasuhnya terlebih dahulu. Namun bila yakin bahwa kedua telapak tangannya dalam keadaan suci maka tidak mengapa memasukkannya tanpa membasuhnya terlebih dahulu.
  3. Berkumur dilakukan setelah membasuh kedua telapak tangan. Kesunahan berkumur ini bisa didapatkan dengan cara memasukkan air ke dalam mulut, baik air tersebut digerakkan di dalamnya dan kemudian dimuntahkan ataupun tidak. Yang lebih sempurna adalah memuntahkannya.
  4. Menghirup air kedalam hidung dilakukan setelah berkumur. Kesunahannya bisa didapatkan dengan cara memasukkan air ke dalam hidungdengan cara menghisapnya hingga sampai di pangkal hidung dan kemudian menyemprotkannya ataupun tidak. Yang lebih sempurna adalah menyemprotkannya.
  5. Membasuh seluruh kepala, tidak hanya sekedar mengusapnya saja. Sebagaimana diketahui bahwa mengusap sebagian kepala adalah merupakan rukun wudhu yang hukumnya wajib. Sedangkan membasuh keseluruhan kepala adalah sunah hukumnya.Sebagai catatan, sunah membasuh kepala ini tidak disebutkan dalam salah satu dari sepuluh sunah wudhu yang disebutkan oleh Syekh Abu Syuja’ dalam kitab Taqribnya. Namun demikian Syekh Ibnu Qasim menyebutkannya dalam menjelaskan tulisan Abu Syuja’ sehingga pada akhirnya sunah wudhu yang disebutkan di sini ada sebelas, bukan sepuluh sebagaimana tersebut di atas.
  6. Mengusap seluruh bagian luar dan dalam kedua telinga dengan menggunakan air yang baru, bukan dengan menggunakan basahnya air yang digunakan untuk membasuh kepala. Dalam melakukan ini sunahnya dengan cara memasukkan kedua jari telunjuk tangan ke dalam lubang telinga dan melakukannya pada lekukan-lekukan telinga, sedangkan ibu jari dijalankan pada bagian luar telinga. Setelah itu kedua telapak tangan yang dalam keadaan basah dilekatkan pada kedua telinga.
  7. Menyela-nyela rambut jenggot yang tebal adalah sunah hukumnya. Sedangkan menyela-nyela jenggot yang tipis adalah wajib. Ini dilakukan dengan cara memasukkan jari-jari ke bagian bawah janggut.
  8. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki hukumnya sunah meskipun air wudhu bisa sampai tanpa menyela-nyela. Namun bila dengan tidak menyela-nyela air tidak bisa sampai ke sela-sela jari maka wajib hukumnya untuk menyela-nyela.
  9. Mendahulukan anggota badan yang kanan dari yang kiri untuk kedua tangan dan kedua kaki. Adapun untuk dua anggota badan yang bisa dengan mudah dibasuh dengan sekali basuhan seperti kedua pipi maka cukup dibasuh dengan sekali basuhan secara bersamaan tanpa harus mendahulukan yang kanan dari yang kiri.
  10. Menigakalikan basuhan. Yakni setiap anggota badan yang dibasuh pada saat berwudhu dibasuh atau diusap sebanyak masing-masing tiga kali.
  11. Berturut-turut. Artinya tidak ada jeda yang lama di antara basuhan dua anggota badan. Setiap anggota badan dibasuh segera setelah anggota sebelumnya selesai dibasuh dan belum mengering. Berturut- turut ini dihukumi sunah bagi orang yang tidak dalam kondisi darurat. Adapun bagi orang yang dalam kondisi darurat, seperti berpenyakit beser, selalu buang air, atau terkena istihadlah, maka hukum berturut-turut dalam berwudhu menjadi wajib.

Bacaan Dalam Berwudhu:

  1. Niat wudhu, lafad niat wudhu adalah  نوىت الاوضوء للرفعل حدث لاصغر فرض للله تعالى
  2. Lafadz ketika mengusap telapak tangan yaitu اللهم احفط ىدى من معاصى كلها 
  3. Lafadz ketika berkumur yaitu اللهم اعنى على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك
  4. Lafadz ketika menghirup air ke dalam hidung اللهم ارحني راِحت الجنه
  5. Lafadz ketika membasuh wajah yaitu اللهم بيض وجهى يوم تبيض وجوه
  6. Lafadz ketika membasuh tangan kanan yaitu اللهم اعطنى كتابى بيميني وحاسبنى حسابا يسيرا
  7. Lafadz ketika membasuh tangan kiri yaitu اللهم لا تعتنى  كتابى بشمال
  8. Lafadz ketika mengusap sebagian kepala yaitu  اللهم حرم شعرى وبشرى على النار
  9. Lafadz ketika membasuh kedua kaki yaitu اللهم ثبت قدمى على صراتى
  10. Doa setelah wudhu adalah, اشهد ان لااله الا الله و اشهد ان محمد  عبده و رسوله اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين واجعلني من عبادك الصالحين
Semoga bermanfaat...
Tebarkan Kemanfaatan